Salam Juang.....!!!

Hidup Mahasiswa........!!!Hidup Mahasiswa........!!!Hidup Mahasiswa........!!!

"""Bergerak Melawan Penjajahan, Penindasan, Kesewenang-wenangan Pemerintah terhadap Rakyat Sipil Papua, Demi Kemajuan, kemandirian, Kesejahteraan, Kemakmuran & untuk PENEGAKAN HARKAT DAN MARTABAT BANGSA PAPUA"""




Senin, 15 Agustus 2011

Indonesia Kawan….!!


Terpampang di depan saya sebuah potret bergambar kemacetan lalulintas di sebuah kota, dipisahkan coretan kuas berwarna hitam dan terlukis dengan cukup baik, lukisan bergambar masyarakat miskin sedang meneriaki kelaparan, pembunuhan, pemerkosaan, harga BBM yang naik, sembakao yang mahal, korupsi dimana-mana, yang  seolah tidak pernah berhenti sejenak seperti situasi lalu lintas itu.
Demikian realitanya. Keadaan baik yang dibutuhkan yaitu kesejahteraan masyarakat, sebaliknya hal buruk yang terjadi pada rakyat. Indonesia kawan, inilah Negara yang dipimpin oleh sekelompok orang (oligarki) kata seorang penulis yang juga mantan jurnalis TEMPO, tidak lain adalah George Junus adicondro dalam bukunya Gurita Cikeas, dan Cikeas semakin menggurita(di baca ya)  yang baru sebulan terbit itu. Tetapi saya tidak sedang mau membahas SBY dan buku si Junus disini.
Sekedar mengenang kawan. demikian kata Bung Karno (BK) bahwa Transformasi belum selesai kita masih dalam situasi pancaroba. Hampir dasawarsa Indonesia bukan membaik malah kian terpuruk, seolah ungkapan BK itu tahu bahwa Indonesia akan terus mangalami masa degradasi yang panjang dan kian terpuruk-terpuruk dan terpuruk. Lucu memang, Negara yang sempat diakui sebagai macan di ASIA itu seolah kini seperti macan tua tak bergigi. Atau mungkinkah BK adalah seorang paranormal yang berhasil meramal Indonesia pada masa itu.
Hampir sedasawarsa (66) kemerdekaan Indonesia dan itulah hadiah bagi rakyat di negri ini. Pengemis saja berhamburan di Ibu Kota Negara, apalagi rakyat miskin dikampung-kampung yang terisolir. Sekali lagi, Indonesia kawan. Apasih masalahnya sampai cita-cita Negara yang tertuang pada Undang-undang 1945 itu tidak bisa di realisasi?
Apakah karena banyak artis-artis yang menjadi anggota DPR-RI? syukur-syukur artis itu pernah kuliah dan memiliki gelar sarjana. Ketimbang banyak pelawak-pelawak yang hanya tamat SD bisa sampai bangku DPR-RI dan duduk sebagai pengambil kebijakan. Lucukan, apa yang mau dikerjakan. Ataukah pemerintah ini tidak becus menyelesaikan  masalah-masalah sepeleh seperti kasus CENTURY yang seharusnya apabila di seriusi semua mafia korup yang merugikan negara bisa dijerat semuanya. Tetapi yang terjadi malah pengalihan isu dari kasus satu ke kasus lainnya, kelihatan pemerintah tidak konsisten menyelesaikan masalah tersebut. Media masa turut berperan untuk mengalikan isu  public, sungguh ironis memang ! media yang seharusnya menjadi alat perjuangan nasional, alat penggerak pembangunan bangsa justru terindikasi memainkan peran yang merugikan publik dengan pengalihan isu sehingga rakyat turut terbuai dengan pengalihan tersebut dan lupa masalah lainnya.
                Apasih, yang rakyat butuhkan ? selain sehari makan bisa tiga kali, kesehatan yang baik dan pendidikan yang layak bagi anak-anak, yang juga sebagai penerus generasi ini. Rakyat tidak butuh banyak! kalau tidak dapat pendidikan? Ya minimal ada makan tiga kali sehari. Itu saja ko repot (kata Alm.gusdur). Tetapi malah rakyat miskin kian menjerit dan mati dalam kemiskinan itu sedangkan Cikeas terus menggurita (buku Junus).
                Pantaslah apabila terjadi gejolak di seluruh daerah menuntut MERDEKA !! apa ada yang salah ? SBY coba koreksi ? Apakah dua periode ini ada bawah perubahan yang berarti di seluruh daerah ? atau beberapa rezim sebelumnya lebih baik dari SBY? Terakhir harus di katakan bahwa kamorang smua sama saja (dialek Papua). Ia, harus diakui bahwa sepuluh tahun reformasi belum ada perubahan yang berarti. Begini saja kalau SBY tidak punya konsep pembangunan Indonesia yang jelas? turun saja dari jabatan, biar senior saya yang jadi presiden Indonesia. Maksud saya siapa lagi kalau bukan Kaka Bas (Bpk barnabas Suebu) gubernur Papua. Beliau kalau bicara-bicara konsep pembangunan paling sempurna. Tapi sayang kamorang smua sama saja (oligarki) !!
                Ya, Indonesia kawan. Kalau sekarang ini banyak anak muda dan mahasiswa di Tanya apakah bangga dengan Negara ini jawabannya pasti berfariasi. Artinya bahwa tidak sedikit yang mulai pudar rasa nasioanalismenya. Ingat ya, itu bukan salah mereka tetapi salah kalian birokrat gelap, licik, terkutuk yang memakan habis kekayaan rakyat untuk pribadi kalian ! kalau masih ingin warga negara Indonesia adalah masyarakat Indonesia maka berbenahlah, restorasi (kata surya palho). Kalau kata saya pribadi kebijakan desentralisasi Indonesia sebaiknya di realisasikan sepenuhnya alias bentuk negara federal (kalau boleh ??) biar setiap daerah itu urus daerahnya yang kecil itu. Karena Indonesia ini terlalu luas untuk dipimpin seorang presiden yang dari generasi ke generasi hanya satu suku itu saja. Cobalah kasi kesempatan ke semua suku bangsa di republik ini !
                Kalau Pertanyaan itu buat kalian pemuda dan mahasiswa Papua bagaimana ? apakah kalian bangga menjadi bagian dari Negara ini ? bangga ? (berikan komentar)
(yasonngelia)

               
               



Tidak ada komentar:

Posting Komentar